Puisi Karya: Ario Arno Morario
Berjalan bersama sepanjang Malioboro
Suara tembang nenek tua merdu syahdu
Diantara hiruk pikuk pedagang kaki lima
Kerlap kerlip lampu di tepi jalan
Berjalan bersama sepanjang Malioboro
Nyanyian merdu suara pengamen samar terdengar
Sudah berulang-ulang kususuri, jalan dan gang
Lorong sempit di gang yang becek sehabis hujan
Kemudian basahlah badan dari hujan tua
Tengah malam maka angin telah menyatu
Di rongga jantung dada
Berjalan bersama sepanjang Malioboro
Aku selalu mendengar doa-doanya
Di sela-sela bangunan tua
Setumpukan kertas-kertas bekas
Bau anyir serta buah membusuk
Berjalan bersama sepanjang Malioboro
Tuhan aku si anak hilang lama terdiam
Di emperan dalam keramaian oaring
Bangun setelah hujan deras
Menusuk-nusuk di kepedihan cinta
Berjalan bersama sepanjang Malioboro
Telah terkepal runcing hujan namun
Lolos disela jari terus mengalir entah kemana
Menyusup hidup hanyutlah doa si fakir iman
Tembang gamela jawa kudengar terasa pilu
Kembang kempis bagai gelisah seniman
