Kegagalan Memahami Konteks dari Statment Buya Yahya

Oleh: Sunoto (Founding Partner Forum Temu Kemis) Banyak kawan-kawan di media sosial yang memposting statment Buya Yahya pada saat menghadiri acara buka puasa bersama di Istana negara bersama Presiden Prabowo, Kyai dan juga para Ulama, Kamis (5/3/2026). Buya memberikan pesan bahwa kita sebagai warga negara hendaknya mendoakan para pemimpin-pemimpin kita, karena hal tsb sering terlewatkan.Statment…

Read More

Politik Pahlawan Nasional

Analisis PolitikBivitri Susanti(Dosen Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera) Mengapa kita butuh pahlawan? Apakah benar kita membutuhkan pahlawan? Mengapa pemerintah yang menentukan siapa yang bisa menjadi pahlawan? Perspektif siapa yang digunakan oleh pemerintah untuk menentukan pahlawan? Pertanyaan-pertanyaan ini muncul ketika ada nama kontroversial yang tengah diusulkan menjadi pahlawan: Soeharto. Terang saja nama ini kontroversial, selama 32…

Read More

Buku Kanan, Buku Kiri, dan Kewajiban Berpikir di Tengah Zaman yang Bising

Oleh: Sunoto Tadi siang, saat saya baru saja keluar dari kelas dan hendak menaiki sepeda motor bebek tua saya, seorang santri kelas X tiba-tiba menghampiri dengan wajah penasaran.“Tadz,” katanya, “saya mau tanya. Apa sih maksudnya buku kanan dan buku kiri?” Saya tersenyum, lalu menjawab perlahan, “Itu istilah yang sering dipakai untuk membedakan corak pemikiran atau…

Read More

Fenomena Guru Badut: Saat Pendidikan Lebih Sibuk Menghibur daripada Mendidik

Oleh: Wahadi Fenomena guru badut kini ramai diperbincangkan di dunia pendidikan. Istilah ini merujuk pada guru yang lebih menonjolkan sisi hiburan ketimbang substansi pembelajaran. Fenomena ini muncul seiring meningkatnya tuntutan terhadap guru untuk tampil lucu, kreatif, dan menyenangkan di kelas maupun di media sosial. “Sekarang guru yang dianggap baik bukan lagi yang mampu membentuk karakter,…

Read More

Mendefinisikan ulang hakikat kesantrian di era digital

Oleh: Yasin Iskandar Di tengah derasnya arus digitalisasi dan transformasi sosial, makna kesantrian tampak perlu didefinisikan ulang. Kesantrian, yang selama ini identik dengan sarung, kopiah, dan tradisi khas pesantren, kini menghadapi tantangan baru: bagaimana tetap menjaga adab tanpa kehilangan nalar kritis. Menurut Yasin Iskandar, jebolan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Cirebon ini, hakikat santri tidak…

Read More
Back To Top