Nineties Coffee: Sajikan Nuansa Vintage dan Cita Rasa Kopi di Tengah Sawah Cikeduk

Cirebon, 2025 – Bait Media Di tengah hamparan sawah Desa Cikeduk, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, berdiri sebuah kafe dengan konsep unik yang membawa pengunjung kembali ke masa 90-an. Bernama Nineties Coffee, kedai ini menjadi salah satu destinasi baru bagi pecinta kopi dan ruang santai bergaya vintage. Dian, sang pemilik Nineties Coffee, menuturkan bahwa ide membuka…

Read More

Puisi : Dipilih

Oleh: GiaWrites Laki-laki berkesempitan pikir …Perempuan ialah cenderamata menarik.Pemuas mata dan nafsu,Pengampu dapur dan kasur.Pengemban pendidikan buah hati. Perempuan sebagai “Subjek”,mana sudi menggenang dipikirnya. Perempuan bersolek,Perempuan bebenah diri,Perempuan berkelana dengan ilmu,Perempuan menggali jiwanya,Hanya berakhir agar diingini. Maka perempuan ada,hanya untuk dipilih lelaki berakal dan berbudi.((Katanya)) Apanya yang berakal?Itu penghinaan harga diri, dasar bajingan! Kepada lelaki berkesempitan,Kami ciptaan,Bukan sekedar…

Read More

Forum Temu Kemis Bahas Perempuan, Politik dan Demokrasi

Cirebon, 23 Oktober 2025 — Forum Temu Kemis kembali menggelar diskusi inspiratif bertema “Perempuan, politik dan demokrasi” pada Kamis malam, 23 Oktober 2025, bertempat di Nineties Coffee, Cirebon.Kegiatan yang dimulai pukul 19.30 WIB hingga malam hari ini menghadirkan narasumber Ibu Maryam Hito, S.H.I, anggota Bawaslu Kabupaten Cirebon sekaligus aktivis perempuan di zamannya. Dalam pemaparannya, Maryam…

Read More

Buku Kanan, Buku Kiri, dan Kewajiban Berpikir di Tengah Zaman yang Bising

Oleh: Sunoto Tadi siang, saat saya baru saja keluar dari kelas dan hendak menaiki sepeda motor bebek tua saya, seorang santri kelas X tiba-tiba menghampiri dengan wajah penasaran.“Tadz,” katanya, “saya mau tanya. Apa sih maksudnya buku kanan dan buku kiri?” Saya tersenyum, lalu menjawab perlahan, “Itu istilah yang sering dipakai untuk membedakan corak pemikiran atau…

Read More

Fenomena Guru Badut: Saat Pendidikan Lebih Sibuk Menghibur daripada Mendidik

Oleh: Wahadi Fenomena guru badut kini ramai diperbincangkan di dunia pendidikan. Istilah ini merujuk pada guru yang lebih menonjolkan sisi hiburan ketimbang substansi pembelajaran. Fenomena ini muncul seiring meningkatnya tuntutan terhadap guru untuk tampil lucu, kreatif, dan menyenangkan di kelas maupun di media sosial. “Sekarang guru yang dianggap baik bukan lagi yang mampu membentuk karakter,…

Read More

Mendefinisikan ulang hakikat kesantrian di era digital

Oleh: Yasin Iskandar Di tengah derasnya arus digitalisasi dan transformasi sosial, makna kesantrian tampak perlu didefinisikan ulang. Kesantrian, yang selama ini identik dengan sarung, kopiah, dan tradisi khas pesantren, kini menghadapi tantangan baru: bagaimana tetap menjaga adab tanpa kehilangan nalar kritis. Menurut Yasin Iskandar, jebolan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Cirebon ini, hakikat santri tidak…

Read More

Pertanyaanku akan Kasih Sayang

Aku tak pernah memiliki rumah ternyaman dalam menerima cintaku. Kerapkali masuk pada ruang cinta yang salah. Ruang yang tak mampu menampung kasih sayangku yang ugal-ugalan dalam merawat hatinya, terlalu effort, terlalu totalitas, terlalu peduli hingga ditanggapi dengan kata ‘risih’. Tanggapan yang tak pernah kumengerti ditengah gembiranya lingkar pertemanan mengenalku dalam hidup mereka. Penolakan datang tak sekali dua…

Read More

Forum Temun Kemis Rutin Adakan Diskusi

Cirebon – Forum Temu Kemis kembali menunjukkan konsistensinya dalam membangun budaya literasi dan ruang dialog publik melalui kegiatan rutin diskusi yang digelar di Nineties Coffee, Kamis malam. Forum ini menjadi wadah bagi berbagai kalangan, mulai dari akademisi, mahasiswa, pegiat literasi, hingga masyarakat umum yang memiliki minat pada isu-isu sosial, budaya, politik, dan pendidikan. Salah satu…

Read More
Back To Top